Kamis, 05 September 2013

hanya sepihak


                Seperti teman satu kelas lainnya, aku dan dia memang akrab berteman. Selain Karena dia duduk dibelakangku, dia juga adalah seseorang yang menyenangkan jika diajak berbicara. Teman sebangkunya pun juga akrab denganku, hanya teman sebangkuku saja yang sangat dingin atau terlalu malu untuk menyapa dan bertanya. Ya… Maklum, siswa baru. Baru hamper 5 bulan duduk satu bangku, sekalipun belum pernah dia menyapa atau bertanya kepadaku. Ironis memang kedengarannya, tapi itulah kenyataanya. Tapi tak masalah memanglah sikapnya seperti itu.
            Aku dan dia awalnya hanya dekat biasa, sering mengobrol karena memang dekat untuk mengobrol. Saling sapa di dunia maya, bahkan saling mengirim pesan singkat untuk sekedar menanyakan tugas ataupun pr. Namun, lama-kelamaan tak tau bagaimana karena mengalir begitu saja yang awalnya hanya berupa candaan mulai berubah menjadi keseriusan.  Aku tak yakin dengan hal ini. Selama ini aku merasa nyaman dan aman sebagai temannya, tak inginkan lebih.
Saat itu sudah mendekati akhir semester, itu berarti aku dan dia tidak akan bersatu dalam satu kelas terlebih lagi karena kita memilih jurusan yang berbeda, akan sangat mustahil untuk kembali bersama dalam satu kelas. Entah sudah kesekian kalinya dia menyatakan perasaan yang aku anggap perasaan bodohnya itu. Dia mengatakan bahwa dia menyukaiku dengan alasan karena aku unik. Aku tak pernah menanggapinya dengan serius aku terus mempertanyakan alasan-alasan yang masuk akal, alasan kenapa dia menyukaiku.
            Hingga pada saatnya tiba, mungkin dia sudah lelah menjawab pertanyaanku dan lelah melihat sikapku yang seperti tidak pernah menanggapi perasaannya dengan serius. Dia mulai membutuhkan kepastian, dia merasa bosan dengan cinta sepihak yang dia buat sendiri. Awalnya aku tak yakin dengan keputusannya untuk melakukan hal ini. Namun, inilah faktanya dia mulai meminta jawaban akan semua perasaan yang dia tunjukkan dan dia berikan selama ini. Jawabanku tetap sama, aku hanya menganggapnya sebagai teman. Walaupun ada sedikit terbesit dihati kecil untuk menginginkan perasaan itu bersatu.
            Malam itu bibirku kelu, tanganku tak bisa mengikuti jeritan hati kecilku. Dengan alasan yang juga tidak logis aku berusaha untuk mengatakan simpan saja perasaanmu, dengan kita hanya berteman itu akan lebih baik. Menghargai perasaanku dia tetap tersenyum menanggapi apa yang aku rasakan. Dia tetap mengatakan bahwa aku akan tetap menyukaimu…
            Aku mulai tenggelam dalam anganku membayangkan apa yang selama ini dia lakukan. Apakah aku telah meyesal untuk hal ini? Ya, aku menyesal, aku menginginkanya. Perasaan bodohnya itu sama seperti bodohnya aku saat tak menanggapi perasaannya. Saat aku mencoba untuk memperbaikinya, berusaha untuk mengejarnya. Dia tak menginginkan hal yang sama. Dia tak percaya bahwa rasa ini benar-benar ada, ada untuknya. Air mata menetes dengan sendirinya. Entah mengapa hati ini terasa begitu sakit, dada ini begitu terasa sesak. Dan diakhir malam itu dia menginkan untuk agar kita tidak saling berhubungan lagi, saling melupakan antara satu sama lain…
Aku sadar, aku mengerti dia takkan pernah menjadi milikku. Karena dia adalah temanku.


Selasa, 27 Agustus 2013

02-08-2013
17 tahun


This is surprise!

 tiyak,nyak,yulin,reni


 oke makasih atas sagu+telur+airnya


reni,tiyak,yulin,nyak,kak iqik


sekarang si nyak udah kece, udah ganti baju+mandi 



lanjut main kembang api 



hati-hati itu panas loh... 

fire work time~


 beralih ke potong kue :D


 suapan pertama => reni

suapan kedua => yulin

 semangat potong kuenya hihi

 suapan ketiga => tiyak

yang keempat suapan dari kak iqik :D


And finally finish!
Thanks for the day :)
♥02082013♥


karena aku tlah denganmu~


Karena Aku Tlah Denganmu


Aku tak suka selalu saja
Kau sebut-sebut namanya saat kita bicara
Aku tak ingin, tak ingin mendengarnya
Kau bawa-bawa namanya saat berdua denganku

Maafkan aku membuatmu tak suka
Karena aku tlah denganmu
Bukan maksudku membuatmu berfikir
Apakah aku pelarianmu saja

Tak akan lagi, takkan terulang lagi ooh
Membawa-bawa namanya saat berdua denganmu
Maafkan aku membuatmu tak suka
Karena aku tlah denganmu

Bukan maksudku membuatmu berfikir
Apakah aku pelarianmu saja

Maafkan aku bila kau tak suka
Maafkan aku membuatmu tak suka, aku tlah denganmu
Bukan maksudku (bukan maksudku) membuatmu berfikir
Apakah aku pelarianmu saja

abstrak!


Mirip, bukan berati sama.
Peduli, bukan berarti suka.
Harusnya sudah sejak lama hal ini diperhatikan. Perasaan terkadang sering salah tapi apa salahnya percaya pada perasaan? Tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, karena memang tidak ada yang salah dalam hal ini. Terjebak dalam perasaan aneh, konyol, gila, norak seperti ini siapa yang ingin?
Adalah hal yang wajar jika kamu lebih memilih dia. Sekalipun diamta orang lain aku lebih baik diabndingkan dengan dia. Dimatamu mungkin aku adalah orang yang aneh atau bahkan buruk. Janganka untuk menyapamu, hanya sekedar menatapmu saja sangat sulit kulakukan. Entah apa yang membuat hal konyol ini terjadi. Hanya megagumimu bukan berarti aku harus memilikimu.
Dia yang selama ini mempertemukan kamu dan aku. Dia yang selama ingin terus mempertemukan kamu dan aku. Dia yang selama ini selalu memberiku semangat untuk tetap mendekati kamu. Dia yang selama ini selalu setia bersamaku menunggu reaksi positif darimu. Dia yang selama ini selalu ingin mengubah kamu dan aku menjadi kita. Dia yang selama ingin agar kita tetap dekat dan bersama. Dia… Dia adalah orangnya.
Dari awal memang benar dialah yang selalu kamu perhatikan bukannya aku. Dialah orang selalu kamu sapa bukannya aku. Dialah orang yang namanya selalu kamu sebut ketika kamu bersamaku. Dialah orangnya bukannya aku. Kedekatan yang terjadi antara kamu dan aku hanyalah kesengajaan yang dirancang agar kamu bisa melihat dia bahagia, tetap bersamanya tanpa mengabaikan aku. Kedekatan yang hanya untuk menghargai aku sebagai orang yang mendambakanmu. Cukup! Aku sudah cukup mengerti sekarang. Dialah yang kamu inginkan.
Persepsi ini muncul begitu saja, tak tau benar ataupun salah. Tapi semoga saja hal ini dapat menyadarkanmu, dapat memotivasi untuk menjauh darimu. Tidak berahap padamu.

Kamis, 07 Februari 2013

Laporan Biologi Uji Zat Makanan

Laporan Biologi


Laporan Biologi
Uji Bahan Makanan
 




Disusun Oleh :
Ferti Lova
Heppy Kurniati
Indah Pratiwi
Irvandi Diantama
Kelas : XI.IPA.4
Guru Pembimbing : Dra. Albaihaki

SMA Negeri 2 Prabumulih
T.A 2012/2012


Kata Pengantar

Alhamdulillahi Rabbil Alamin.

Puji syukur Penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena berkatNyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil pratikum ini. Tak lupa pula kita kirimkan shalawat dan salam atas junjungan Rasulullah SAW yang telah membawa kita dari Alam yang gelap gulita menuju alam yang terang benderang

Dalam penyusunan laporan hasil pratikum ini tentu saja jauh dari kesempurnaan. Kerena itu, kami sangat mengharapkan saran dan kritik demi penyempurnaan dan perbaikan tugas ini.

Akhirnya, kepada seluruh pihak yang turut memberikan partisipasi dalam terwujudnya hasil pratikum ini, tak lupa pula kami mengucapkan terima kasih

Mudah-mudahan laporan pratikum ini dapat bermanfaat dan dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut.


Penulis
(Kelompok 3)


Daftar Isi


Kata Pengantar ........................................................................................

Daftar Isi .................................................................................................

BAB 1 : Pendahuluan
A. Landasan Teori   ...............................................................................
B.  Tujuan ..............................................................................
C. Alat & Bahan ……………………………...........................................

BAB 2 : Cara Kerja

BAB 3 : Pembahasan

BAB 4 : Kesimpulan dan Saran
A.    Kesimpulan .....................................................................................
B.    Saran ..............................................................................................

Daftar Pustaka ...........................................................................................


BAB 1
Pendahuluan
A.            Landasan Teori
Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atautumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dan nutrisi.
Makanan bersumber dari hewan maupun tumbuhan. Beberapa orang menolak untuk memakan makanan dari hewan seperti, daging, telur dan lain-lain. Mereka yang tidak suka memakan daging dan sejenisnya disebut vegetarian yaitu orang yang hanya memakan sayuran sebagai makanan pokok mereka.
Pada umumnya bahan makanan mengandung beberapa unsur atau senyawa seperti air,  karbohidrat,  protein, lemak,  vitamin, enzim,  pigmen dan lain-lain.
Bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari harus mengandung nutrisi  yang diperlukan tubuh. Karbohidrat, lemak dan protein merupakan nutrisi  yang dibutuhkan dalam jumlah besar, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Walaupun dibutuhkan sedikit bahan tersebut harus ada dalam menu makanan kita.
Untuk mengetahui kandungan zat nutrient yang terdapat dalam bahan makanan digunakan indicator uji makanan yang biasa dikenal dengan istilah reagen. Beberapa reagen yang banyak digunakan untuk mendeterminasi kandungan nutrient dalam makanan adalah:
1)     Lugol / kalium yodida
Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan jenis amilum (tepung)
2)    Benedict / fehling A dan Fehling B
Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan kelompok gula (monosakarida dan di sakarida)
3)    Millon / Molisch / Biuret
Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan kelompok protein
4)    Sudan III / etanol / kertas buram
Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan yang mengandung lemak / minyak
5)    Metilen Blue
Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan yang mengandung vitamin C



1.      Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa yang tersusun atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Tubuh anda memerlukan karbohidrat, antara lain sebagai sumber energi utama ( setiap 1 gram karbohidrat mengandung 4,1 kalori), untuk menjaga keseimbangan kondisi asam dan basa dalam tubuh, sebagai bahan  pembentuk struktur sel, dan sebagai bahan pembentuk senyawa-senyawa organik seperti lemak serta protein. Karbohidrat dikelompokkan menjadi :
Monosakarida adalah senyawa karbohidrat sederhana yang tersusun atas satu gugus gula, contohnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Glukosa dapat ditemukan dalam buah seperti anggur, bawang, dan madu. Galaktosa dapat dijumpai pada gula susu dan gula tebu. Adapun fruktosa merupakan gula yang paing manis, umumnya dapat ditemukan dalam buah-buahan dan madu.
Disakarida merupakan senyawa karbohidrat dengan gugus gula dua. Maltosa, laktosa, dan sukrosa merupakan contoh disakarida yang paling umum. Maltosa dibentuk oleh dua molekul glukosa, laktosa dibentuk oleh molekul glukosa dan galaktosa, sedangkan sukrosa dibentuk oleh dua molekul glukosa dan fruktosa. Sukrosa dapat didapati di tebu, lobak merah, pisang, buah-buah yang manis, serta akar-akar penyimpanan yang tertentu. Maltosa dapat dijumpai dijumpai dalam kecambah jawawut. Adapun laktosa didapati pada semua susu hewan mamalia termasuk ASI. Sementara itu, polisakarida merupakan senyawa karbohidrat yang tersusun atas banyak molekul gula sederhana, contohnya glikogen, amilum, dan selulosa
Karbohidrat, terutama glukosa berperan aktif dalam penyediaan sumber energi bagi sel-sel otak, lensa mata, dan jaringan saraf. Selain itu, karbohidrat juga berperan penting dalam proses metabolisme, menjaga keseimbangan asam basa, dan pembentukan struktur sel, jaringan, serta organ tubuh. Adapun laktosa berfungsi membantu penyerapan kalsium
Metabolisme karbohidrat dimulai dari penyerapan glukosa dari usu melalui vena portal hepatika untuk dialirkan ke hati. Di hati, glukosa akan berubah menjadi glikogen. Dalam aliran darah, fruktosa dan galaktosa akan diubah menjadi glukosa






2.      Protein
Protein tersusun atas unsur-unsur C,H,O, dan N (nitrogen). Beberapa jenis protein juga mengandung S (sulfur) dan P (fosfor). Protein memiliki beberapa fungsi penting, antara lain sebagai sumber energi ( 1 gram protein menghasilkan 4,1 kalori); sebagai bahan pembentuk hormon, enzim, antibodi, serta kromosom. Selain itu, protein juga berfungsi sebagai bahan pembentuk sel-sel baru dan sebagai larutan penyangga (sistem buffer). Larutan penyangga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan asam dan basa cairan tubuh
Di dalam tubuh, protein diserap dalam bentuk asam amino. Asam amino dibedakan menjadi asam amino esensial dan asam amino nonesensial.
Asam amino esensial adalah asam amino yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, tetapi tidak dapat disintesis oleh tubuh. Untuk itu, asam amino ini harus didatangkan dari luar tubuh malalui makanan. Asam amino yang termasuk esensial antara lain arginin, histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan, dan valin.
Asam amino nonesensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh. Contohnya alanin, asparagin, asam aspartat, sistein, sistin, asam glutamat, glutamin, glisin, prolin, serin, dan tirosin.
Protein dibedakan menjadi protein nabati dan protein hewani. Protein nabati diperoleh dari tumbuhan, misalnya kacang-kacangan dan produk olahan, terutama kacang kedelai. Adapun protein hewani diperoleh dari hewan,  misalnya daging, telur, susu, dan ikan.
 3.      Lemak
Lemak merupakan senyawa yang tersusun atas unsur-unsur C,H, dan O. Lemak tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut lemak, seperti alkohol, kloroform, dan eter. Seperti halnya karbohidrat, lemak juga berguna sebagai sumber energi (1 gram lemak menghasilkan energi 9,3 kalori). Meskipun menghasilkan energi terbesr, lemak bukanlah penghasil energi utama karena lebih banyak disimpan sebagai energi cadangan.
Fungsi lemak yang lain, yaitu sebagai pelarut vitamin A,D,E, dan K ; sebagai pelindung organ-organ tubuh, misalnya jantung, ginjal, dan lambung. Lemak juga berfungsi sebagai bahan pembentuk membran sel, mencegah hilangnya panas tubuh saat udara dingin sehingga suhu tubuh tetap terjaga.


Berdasarkan sumbernya, lemak dibedakan menjadi lemak nabati (dari tumbuhan) dan lemak hewani (dari hewan). Contoh sumber lemak nabati, antara lain santan, minyak kelapa, kacang tanah, dan buah avokad. Adapun contoh lemak hewani adalah daging, telur, susu, mentega, gajih, dan keju.
Di dalam tubuh, lemak diuraikan dan diserap dalam bentuk asam dan gliserol. Asam lemak dibedakan menjadi asam lemak tak jenuh dan asam lemak jenuh. Asam lemak tak jenuh berbentuk cair dan umumnya berasal dari tumbuhan. Asam lemak jenuh berbentuk padat dan terdapat pada otak, hati, serta daging
 4.      Vitamin
Vitamin merupakan senyawa organik yang terkandung dalam berbagai makanan dan diperlukan untuk mengatur serta memperlancar metabolisme tubuh. Vitamin dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tetapi keberadaan dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa-senyawa lain. Kondisi kekurangan (defisiensi) vitamin dinamakan avitaminosis. Vitamin tidak berfungsi untuk menghasilkan energi. Karena tidak dapat disintesis oleh tubuh, vitamin harus didatangkan dari luar tubuh melalui berbagai berbagai jenis makanan.
Berdasarkan jenis pelarutnya, vitamin dibedakan menjadi:
1.     Vitamin yang larut dalam lemak
·         Vitamin A
·          Vitamin D
·         Vitamin E
·         Vitamin K
2.     Vitamin yang larut dalam air
·         Vitamin B (B1, B2, B3, B5, B6, B1 , B12, dan biotin)
·         Vitamin C
 5.        Mineral
Mineral yang dibutuhkan tubuh dibagi menjadi dua, yaitu mineral makro yang dibutuhkan dalam jumlah relatif banyak dan mineral mikro yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Unsur yang termasuk mineral makro, antara lain kalsium, fosfor, kalium, natrium, dan magnesium. Adapun yang termasuk mineral mikro, antara lain kobalt, fluorin, yodium, besi, mangan, seng, silikon, dan molibdenum. Mineral-mineral yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, apabila termakan dalam jumlah besar dapat bersifat racun.

6.        Air
Air tidak menghasilkan energi. Di dalam tubuh, air berfungsi mengangkut zat-zat dari sel ke sel atau dari jaringan ke jaringan, mempertahankan suhu tubuh, sebagai medium (pelarut) dan pereaksi terbaik berbagai macam reaksi kimia dalam tubuh, terutama reaksi enzimatis.

B.             Tujuan Kegiatan
Mengetahui kandungan karbohidrat, glukosa, protein, dan   lemak dalam makanan.

C.             Alat dan Bahan
Alat  :
·         Tabung reaksi
·         Rak tabung
·         Pipet tetes
·         Mortar dan alat tumbuk
·         Gelas Kima
·         Spatula
·         Kertas Buram
Bahan :
·         Air
·         Larutan fehling A dan fehling B
·         Larutan biuret
·         Larutan lugol
·         Berbagai bahan makanan (nasi, tepung kanji, tepung terigu,  roti, kentang, ikan, minyak )










BAB 2
Langkah Kerja
A.    Langkah Kerja
·         Menyiapkan alat dan bahan
·         Menghaluskan semua bahan makanan dengan menggunakan mortar dan alat  tumbuk,lalu masukkan bahan-bahan yang sudah dihaluskan ke dalam plat tetes masing-masing satu sendok spatula.
·         Karbohidrat, bahan-bahan yang sudah tertera di atas diberi 2 tetes lugol lalu tunggu hingga terjadi perubahan warna ( jika warnanya berubah menjadi ungu atau hitam pekat berarti makanan tersebut mengandung karbohidrat ) 
·         Protein, bahan-bahan yang sudah tertera di no 2 diberi 2 tetes biuret lalu tunggu hingga terjadi   perubahan warna ( jika warnanya berubah menjadi ungu lembayung berarti makanan tersebut mangandung protein ) 
·         Lemak, bahan-bahan sisa untuk mengetes kadar lemak dalam makanan dioleskan ke kertas buram ( jangan sampai tembus kertas ) tunggu hingga kering lalu amati kertas tersebut ( jika mengandung lemak,maka kertas tersebut akan tembus pandang/transparan,jika tidak mengandung lemak maka kertas tersebut tidak akan tembus pandang/transparan )










  




BAB 3
Pembahasan

Pada kegiatan praktikum ini kita menggunakan zat yang digunakan untuk mengetahui kandungan makanan, antara lain :
·         Lugol digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat(amilum) atau tidak. Bila makanan yang kita tetesi lugol menghitam, maka makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin hitam berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya.
·         Biuret adalah zat yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bila bahan makanan itu mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret akan menghasilkan warna ungu/ warna lembayung.
·         Kertas buram adalah bahan penguji pada kandungan lemak. Karena kertas buram mudah menyerap air/minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini. Pada pengujian lemak ini makanan yang sudah di tumbuk di oleskan pada kertas buram dan tunggu hingga kertas buramnya mengering. Jika ada noda transparan maka bahan makanan tersebut mengandung lemak.

Sesuai pernyataan di atas di peroleh hasil pengujian sebagai berikut :
1.       Uji Nasi
·         Uji karbohidrat, nasi mengandung karbohidrat karena setelah ditetesi lugol berubah warna menjadi biru kehitaman.
·         Uji protein, nasi tidak mengandung protein karena setelah di tetesi dengan  biuret berubah warna menjadi kuning kehijauan.
·         Uji lemak, nasi dicampur dengan air lalu dioleskan pada kertas buram dan dikeringkan tidak meninggalkan noda transparan. Maka nasi tidak mengandung lemak.
2.       Uji Roti
·         Uji karbohidrat, roti mengandung karbohidrat karena setelah ditetesi lugol berubah warna menjadi biru kehitaman.
·         Uji protein, roti tidak mengandung protein karena setelah di tetesi dengan  biuret berubah warna menjadi kuning kehijauan.
·         Uji lemak, roti dicampur dengan air lalu dioleskan pada kertas buram dan dikeringkan tidak meninggalkan noda transparan. Maka roti tidak mengandung lemak.
3.       Uji Kentang
·         Uji karbohidrat, Kentang mengandung karbohidrat karena setelah ditetesi lugol berubah warna menjadi biru kehitaman.
·         Uji protein, Kentang  tidak mengandung protein karena setelah di tetesi dengan  biuret berubah warna menjadi kuning kehijauan.
·         Uji lemak, Kentang  dicampur dengan air lalu dioleskan pada kertas buram dan dikeringkan tidak meninggalkan noda transparan. Maka kentang tidak mengandung lemak.


4.       Uji Tepung Terigu
·         Uji karbohidrat, tepung terigu mengandung karbohidrat karena setelah ditetesi lugol warnanya berubah menjadi biru kehitaman.
·         Uji protein, tepung terigu tidak mengandung protein karena setelah di tetesi dengan  biuret berubah warna menjadi kuning muda.
·         Uji lemak, tepung terigu dicampur dengan air lalu dioleskan pada kertas buram dan dikeringkan tidak meninggalkan noda transparan. Maka tepung terigu tidak mengandung lemak.
5.       Uji Tepung Kanji
·         Uji karbohidrat, tepung kanji mengandung karbohidrat karena setelah ditetesi lugol berubah warna menjadi biru kehitaman.
·         Uji protein, tepung kanjitidak mengandung protein karena setelah di tetesi dengan  biuret berubah warna menjadi kuning kehijauan.
·         Uji lemak, tepung kanji dicampur dengan air lalu dioleskan pada kertas buram dan dikeringkan tidak meninggalkan noda transparan. Maka tepung kanji tidak mengandung lemak.
6.       Uji Ikan
·         Uji amilum, ikan di tetesi dengan lugol tidak menyebabkan perubahan warna, hal ini menunjukkan bahwa kuning telur tidak mengandung karbohidrat.
·         Uji protein, ikan mengandung protein karena setelah ditetesi biuret warnanya berubah menjadi keunguan.
·         Uji lemak,  ikan yang dicampur dengan air lalu dioleskan pada kertas buram dan dikeringkan meninggalkan noda transparan. Maka dapat disimpulkan bahwa ikan mengandung lemak.
7.       Uji Minyak
·         Uji karbohidrat, minyak di tetesi dengan lugol tidak menghasilkan perubahan warna maka dapat disimpulkan bahwa gorengan bakwan tidak mengandung karbohidrat.
·         Uji protein, Minyak tidak mengandung protein karena setelah ditetesi biuret tidak terjadi perubahan warna.
·         Uji lemak, minyak yang dioleskan pada kertas buram dan dikeringkan meninggalkan banyak noda transparan . Maka gorengan bakwan mengandung banyak lemak.
NO
Bahan Makanan
Lugol
Biuret
Kertas buram
Awal
Akhir
Awal
Akhir
Awal
Akhir
1
Nasi
Putih
Biru kehitaman
Putih
Kuning muda
Putih
tetap
2
Tepung Terigu
Putih
Biru kehitaman
Putih
Kuning muda
Putih
tetap
3
Tepung Kanji
Putih
Biru kehitaman
Putih
Kuning muda
Putih
tetap
4
Roti
Putih
Biru kehitaman
Putih
Kuning muda
Putih
tetap
5
Kentang
Kuning
Biru kehitaman
Kuning
Kuning muda
Kuning
tetap
6
Ikan
Putih
Tetap
Putih
Ungu
Putih
tetap
7
Minyak
Kuning
Tetap
Kuning
Tetap
Kuning
transparan



BAB 4
Kesimpulan dan Saran

A.    Kesimpulan
            Dari hasil praktikum yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa:
Reagen lugol digunakan untuk mengetahui bahwa makanan yang mengandung amilum, Reagen biuret digunakan untuk mengetahui bahwa makanan yang mengandung protein. Reagen benedict digunakan untuk mengetahui bahwa makanan yan mengandung glukosasedangkan kertas buram digunakan unuk mengetahui bahwa makanan yang mengandung lemak.
Bahan makanan yang apabila ditetesi dengan lugol berubah warna menjadi biru kehitaman berarti bahwa makanan tersebut mengandung amlum. Bahan makanan yang ditetesi dengan reagen biuret dan mengocoknya, berubah warna menjadiungu, maka bahan makanan tersebut mengandung protein. bahan makanan yang didenan reagen benedict dsn memanaskannya diatas pembakar spritus dan warna menjadi merah bata, maka bahan makanan tersebut mengandung glikosa. Sebahan  makanan yang dioleskan pada kertas buram dan memanaskannya pada pembakar spritus, jika meninggalkan bekas noda tranparan maka bahan makanan tersebut mengandung lemak.
Bahan makanan yang mengandung amilum yaitu : singkong dan tepung kanji. Bahan makanan yang mengandung glokusa : Santan kelapa, singkong dan pisang ambon. Bahan makanan yang mengandung protein :santan kelapa, tempe, dan tepung kanji, putih telur dan kuning telur. Sedangkan bahan yang mengandung lemak antara lain : santan kelapa dan kuning telur.
Dalam satu bahan makanan tidak hanya mengandung nutrisi, tetapi banyak yang mempunyai lebih dari dua nutrisi. Seperti santan kelapa terdapat glokusa, protein dan lemak.

B.    Saran
            Pada setiap materi pembelajaran yang memungkinkan untuk diadakan praktikum mohon untuk dilakukan praktikum untuk membuktikan kesesuaian materi dengan teori-teori yang ada pada setiap bab.


DAFTAR PUSTAKA


Samsuri, Istamar dkk. 2004. Biologi SMA kelas XI. Erlangga : Malang

Priadi, Arif. 2009. Biologi SMA XI. Yudhistira : Bogor


Lks Semester Ganjil Tahun 2011/2012